Pelajaran dan Tugas Sekolah

tata berpakaian,berhias,bertamu dan perjalanan dalam islam


Artikel Terkait dengan tata berpakaian,berhias,bertamu dan perjalanan dalam islam

http://3.bp.blogspot.com/_oV1RUxbNq84/TFad3iQcKKI/AAAAAAAAFgM/jbW0YkXkTDo/s400/bamboo+girl.jpg
  A.   ADAB BERPAKAIAN
            Islam melarang umatnya berpakaian terlalu tipis atau ketat (sempit sehingga membentuk tubuhnya yang asli). Kendati pun fungsi utama (sebagai penutup aurat) telah dipenuhi, namun apabila pakaian tersebut dibuat secara ketat (sempit) maka hal itu dilarang oleh Islam. Demikian juga halnya pakaian yang terlalu tipis. Pakaian yang ketat akan menampilkan bentuk tubuh pemakainya, sedangkan pakaian yang terlalu tipis akan menampakkan warna kulit pemakainya. Kedua cara tersebut dilarang oleh Islam karena hanya akan menarik perhatian dan menggugah nafsu syahwat bagi lawan jenisnya.
            Ada tiga macam fungsi pakaian, yakni sebagai penutup aurat, untuk menjaga kesehatan, dan untuk keindahan. Tuntunan Islam mengandung didikan moral yang tinggi. Dalam masalah aurat, Islam telah menetapkan bahwa aurat lelaki adalah antara pusar samapi kedua lutut. Sedangkan bagi perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.
Adab berpakaian adalah sebagai berikut :
1.        Pakaian harus menutupi aurat.
2.        Pakaian harus bersih dan rapi
3.        Untuk laki-laki, agar memakai pakaian yang panjang sampai menutupi aurat
4.       Sedangkan wanita, harus menggunakan pakaian yang menutupi anggota tubuhnya keculai wajah dan kedua telapak tangan
5.       Para lelaki muslim, haram hukumnya menggunakan sutra dan emas. oleh karena itu, dilarang bagi lelaki muslim untuk menggunakan barang-barang diatas.sebagaimana sabda Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya dua benda ini (emas dan sutera) haram atas lelaki
ummatku." (H.R.Abu Daud)
6.       Dalam islam tidak diperkenankan lelaki memakai pakaian wanita dan sebaliknya. karena hal ini dapat menyebabkan "tassabuh"
7.       Dalam ajaran islam, hukumnya sunat memakai pakaian dengan diawali bagian kanan
8.       Tidak diperkenankan memakai pakaian yang mewah
9.       Lebih mengutamakan pakaian yang berwarna putih
10.   Hendaklah berpakaian yang rapi dan sopan

Firman Allah SWT dalam Surah al-A'araf, ayat 26 yang bermaksud;
    “Wahai anak-anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu (bahan- bahan untuk) pakaian menutup aurat kamu, dan pakaian perhiasan; dan pakaian yang berupa taqwa itulah yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah dari tanda-tanda (limpah kurnia) Allah (dan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya) supaya mereka mengenangnya (dan bersyukur).”
B.   ADAB BERHIAS DALAM  ISLAM
                        Pada hakikatnya Islam mencintai keindahan selama keindahan tersebut masih berada dalam batasan yang wajar dan tidak bertentangan dengan norma-norma agama.

            Beberapa ketentuan agama dalam masalah berhias ini antara lain sebagai berikut:
1)      Laki-laki dilarang memakai cincin ema
Sebagaimana larangan yang ditujukan oleh Rasulullah SAW terhadap Ali r.a
2)       Jangan bertato dan mengikir gigi
Pada zaman jahiliyah banyak wanita Arab yang menato sebagian besar tubuhnya, muka dan tangannya dengan warna biru dalam bentuk ukiran. Pada zaman sekarang ini (khususnya di lingkungan masyrakat kita) bertato banyak dilakukan oleh kaum lelaki. Dengan bertato ini, mereka merasa mempunyai kelebihan dari orang lain.
3)        Jangan menyambung rambut
Selain hadits yang tersebut didepan (dalam hal menyambung rambut) terdapat pula riwayat sebagai berikut:
      Artinya: “Seorang perempuan bertanya kepada nabi SAW: Ya Rasulullah, sesunguhnya anak saya tertimpa suatu penyakit sehingga rontok rambutnya, dan saya ingin menikahkan dia. Apakah boleh saya menyambung rambutnya?. Rasulullah menjawab: Allah melaknat perempuan yang melaknat perempuan yang melaknat rambutnya.” (HR Bukhari)
4)      Jangan berlebih-lebihan dalam berhias
Berlebih lebihan ialah melewati datas yang wajar dalam menikmati yang halal. Berhias secara berlebih-lebiha cenderung kepada sombong dan bermegah-megahan yang sangat tercela dalam Islam.
BERHIAS DALAM ISLAM
ü  Berhiaslah serapi mungkin dan wahar bagi suami untuk istrinnya dan istri untuk suaminnnya, bukan untuk yang lain. Jangan berlebihan, ingat bahwa perhiasan yang paling indah adalah wajah ceria dengan senyum yang ramah dari hati yang tulus.
ü   Haram hukumnnya memasang tato, menipiskan bulu alis, memotong gigi supaya cantik dan menyambung rambut ( bersanggul ).Rasullullah SAW bersabda, “ Allah melaknanat wanita yang pemasang tato dan yang minta ditato, wanita yang menipiskan bulu alisnya dan yang meminta ditipiskan dan wanita yang meruncingkan giginya supaya kelihatan cantik, mengubah ciptaan Allah SWT.” “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnnya.” (Muttafaq ‘alaih).
ü    Laki-laki, aturlah rambut, potonglah atau sisirlah, jangan menggelung maupun mengikatnnya waktu sedang shalat.
ü    Panjangkan dan rapikan jenggot, potong dan rapikan kumis.
ü   Silakan menyemir rambut, namung jangan menggunakan warna hitam.
ü  Gunakan celak mata dengan bilangan ganjil untuk kesehatan saja.
ü   Bagi wanita gunakan bedak dan alat kosmetik lainnya yang wajar, sederhana yang sesuai dengan kaadaan kulit. Jangan menggunkan yang mewah, tidak sesuai dengan kaadaan kulit, apa lagi yang berbagaya kerena mengandung bahan yang merusak meskipun bentuknnya sangat menarik.
ü    Berceminlah dengan membaca do’a :                           doa ketika bercermin sqn                                                                                “ Ya Allah sebagimana telah Engkau perindah bentukku maka perindahlah akhlakku “.
ü    Jangan memangjangkan kuku, bagi laki-laki maupun wanita, sebab memotong kuku tiap jummat adalah sunnag para Nabi dan Rasul SAW.
ü    Begitu pula gigi dan mata jagalah selalu kebersihanya, jangan sampai tetap melekat sisa makanan atau sesuatu lainnya.
ü    Ingatlah bahwa Rasullullah SAW suka besiwak di setiap berwudhu, akan sholat, masuk rumah, bangun dari tidur, dan setiap terasa bau mulut berubah.
Di antara adab-adab mengenakan pakaian dan berhias :  Wajibnya Menutup Aurat
  1. Haramnya Laki-laki Menyerupai Wanita Dan Wanita Menyerupai Laki-laki
  2. Haramnya Menyeret Kain Dengan Kesombongan
  3. Haramnya Pakaian Syuhroh (agar menjadi terkenal karena pakaian tersebut)
  4. Haramnya Emas Dan Sutra bagi Laki-laki Kecuali Ada Udzur
  5. Haramnya Wanita Menampakkan Perhiasannya Kecuali Kepada Mereka Yang Allah Kecualikan
  6. Haramnya Memakai Pakaian Yang Ada Padanya shalban (salib) atau gambar.
  7. Sunnahnya Memakai Pakaian Putih.
  8. Perhiasan Apa Saja Yang Haram Atas Wanita
 C.   ADAB BERTAMU
            Bertamu adalah salah satu cara untuk menyambung tali persahabatan yang dianjurkan oleh Islam. Islam memberi kebebasan untuk umatnya dalam bertamu. Tata krama dalam bertamu harus tetap dijaga agar tujuan bertamu itu dapat tercapai. Apabila tata krama ini dilanggar maka tujuan bertamu itu justru akan menjadi rusak, yakni merenggangnya hubungan persaudaran.. Islam telah memberi bimbingan dalam bertamu, yaitu jangan bertamu pada tiga waktu aurat.

Yang dimaksud dengan tiga waktu aurat ialah sehabis zuhur, sesudah isya’, dan sebelum subuh. Allah SWT berfirman:

Artinya:Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS An Nur : 58)


            Ketiga waktu tersebut dikatakan sebagai waktu aurat karena waktu-waktu itu biasanya digunakan. Lazimnya, orang yang beristirahat hanya mengenakan pakaian yang sederhana (karena panas misalnya) sehingga sebagian dari auratnya terbuka. Apabila budak dan anak-anak kecil saja diharuskan meminta izin bila akan masuk ke kamar ayah dan ibunya, apalagi orang lain yang bertamu. Bertamu pada waktu-waktu tersebut tidak mustahil justru akan menyusahkan tuan rumah yang hendak istirahat, karena terpaksa harus berpakaian rapi lagi untuk menerima kedatangan tamunya.

Cara Bertamu yang Baik

a)       Berpakaian yang rapi dan pantas
b)       Memberi isyarat dan salam ketika dating
c)       Jangan mengintip ke dalam rumah
d)       Minta izin masuk maksimal sebanyak tiga kali
e)       Memperkenalkan diri sebelum masuk
f)        Tamu lelaki dilarang masuk kedalam rumah apabila tuan     rumah hanya seorang wanita
g)      Masuk dan duduk dengan sopan
h)      Menerima jamuan tuan rumah dengan senang hati
i)        Mulailah makan dengan membaca basmalah dan diakhiri dengan membaca hamdallah
j)        Makanlah dengan tangan kanan, ambilah yang terdekat dan jangan memili
k)      Bersihkan piring, jangan biarkan sisa makanan berceceran
l)        Segeralah pulang setelah selesai urusan


D.   ADAB MENERIMA TAMU

            Sebagai agama yang sempurna, Islam juga memberi tuntunan bagi uamtnya dalam menerima tamu. Demikian pentingnya masalah ini (menerima tamu) sehingga Rasulullah SAW menjadikannya sebagai ukuran kesempurnaan iman.

Cara Menerima Tamu yang Baik

1) Berpakaian yang pantas
2) Menerima tamu dengan sikap yang baik
3) Menjamu tamu sesuai kemampuan
4) Tidak perlu mengada-adakan
5) Lama waktu
6) Antarkan sampai ke pintu halaman jika tamu pulang

E. ADAB PERJALAN DALAM ISLAM

Materi Agama islam Tentang Adab Perjalanan     Islam mengajarkan tata krama atau sopan santun dalam perjalanan atau bebergian. Nabi Muhammad sawmenjelaskan bahwa; " Beber gian itu sebagian dari siksa karna dalam bebergian itu sesorang mencegah makan, minum, dan tidur kareannya bila sudah cukup keperluanna cepat-cepat pulang bersama keluarga." (HR. Bukhari). Dari hadis di atas terdapat pesan moral kepada kita agar kita lakukan dengan baik, lancar, dan selamat, maka perlu persiapan, antara lain sebagai berikut :

Persiapan- Persiapan Dalam Perjalanan
  • Rencana yang matang dan persiapan bekal yang cukup agar selamat. Dan selalu berdoa memohon perlingdungan selama perjalanan kita berlangsung.
  • Menjaga kesucian baik lahir maupun batin selama dalam perjalanan.
  • Menjaga diri dari sifat tergesa-gesa, menjaga sopan santun, menjaga silaturahmi dan menebarkan kebaikan.
  • Meminta izin kepada orang tua terutama jika bebergian sendirian.
  • Lapor kepada RT/RH, Hansip, bilamana akan bebergian jauh dan rumah di tinggal tanpa penjagaan. dengan ini apa yang kita tinggalkan bisa terjaga.
  • Apabila hendak bebergian jauh, Salatlah 2 rakaat.
  • Memperhitungkan biaya dan bekal yang cukup serta periksa kendaraan yang akan di pakai.
Gimana udah tau persiapan - persiapan sebelum memulai bebergian ?? dengan sedikit tipas ini pastinya  nanti dalam perjalanan akan meminimalisir ketidak sesuaian apa yang sudah kita rencanakan. Nahh sekarang kita liat apa aja sih .. Tata Krama Bebergian....??



Tata Krama Bebergian

1. Tata Krama ketika Menempuh Perjalanan Dengan Jalan Kaki
  • Mengikuti aturan dalam berjalan kaki, seperti berjalan di sebelah kiri.
  • Hindari perlilaku yang tidak terpuji, seperti berkelakar secara berlebihan.
  • Tidak makan, minum, buang sampah di sembarang tempat.
  • Tidak membuang air di sembarang tempat.
  • Tidak bergaul secara berlebihan dengan lawan jenis.
  • Menyebrang jalan dengan hati-hati.
  • Tidak mengunakan barang berharga ketika berjalan.
  • Bersikap Waspada selama perjalanan
2. Tata Krama Dalam Kendaraan Umum
  • Naik kendaraan mencari kondisi yang baik.
  • Simpan dompet dan benda berharga.
  • Menyediakan tempat duduk bagi orang yang udah lanjut usia.
  • Memeriksa kendaraan yang akan di tumpangi untuk menghindari masalah.
  • Membawa ongkos dan membayar sesuai tarif
  • Hindari berjanda, berteriak, dan menjerit.
  • Menolak pemberian makanan dan minuman dari orang tak di kenal.
3. Tata krama Berkendaraan Pribadi.
  • Lengkapi kendaraan dengan surat -suratnya.
  • Tidak kebut-kebutan atau Ugal-ugalan dalam berkendara.
  • Gunakan Helm dengan baik.
  • Beristirahatlah jika dalam perjalanan kalian merasa lelah.
  • Menaati rambu-rambu lalu-lintas dengan baik
  • Segera memperbaiki kendaraan jika terjadi masalah.
  • Perlu persediaan alat secukupnya apabila terjadi kerusakan mesin.
  • Membawa persediaan uang yang cukup.




Description: tata berpakaian,berhias,bertamu dan perjalanan dalam islam Rating: 5.0 Reviewer: Eri ItemReviewed: tata berpakaian,berhias,bertamu dan perjalanan dalam islam


Pengunjung Lain Juga Membaca:


Gali lebih banyak tentang tata berpakaian,berhias,bertamu dan perjalanan dalam islam
0 Komentar untuk "tata berpakaian,berhias,bertamu dan perjalanan dalam islam"
Back To Top